GRATIS KIRIM KE RUMAH / HOTEL / BANDARA!  CALL 1500 180 / WA : 0811 2500 180

Cara Membaca Label pada Produk Makanan

Kita semua pasti pernah melihat label pada suatu produk. Label adalah keterangan yang terdapat di luar kemasan suatu produk. Label dapat berbentuk gambar, tulisan, atau kombinasi keduanya yang masing-masing memiliki makna tersendiri. Label berisi informasi yang mendukung keunggulan produk. Nah, bagi kamu yang masih bingung cara membaca label pada produk, terutama produk makanan, yuk simak penjelasan dibawah ini.

1. Nomor Sertifikat Produksi Pangan

Hal ini mungkin tidak terdengar umum ditelinga kita, tapi sebenernya ini hal terpenting yang harus kita cek saat membeli produk makanan. Nomor sertifikat produksi makanan terbagi empat: PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga), MD (Makanan Dalam Negeri), ML (Makanan Luar Negeri), dan SP (Sertifikat Penyuluhan). Produk yang memiliki salah satu tanda ini artinya telah diakui dan mendapatkan izin edar dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan.

 

2. Masa simpan (Expired date)

Setiap makanan memiliki masa simpan yang berbeda. Perbedaan masa simpan ini bisa disebabkan oleh bahan dasar yang digunakan, maupun proses pengolahan yang dilakukan. Masa simpan produk juga dipengerahi faktor luar lainnya, seperti suhu, lingkungan penyimpanan, tekanan, dan lainnya.

Sebagai pelanggan tentu tidak semua produk kita tahu dengan jelas proses pengolahannya, untuk itu penting bagi Anda selaku kostumer untuk melihat masa simpan produk makanan tersebut. Masa simpan pada produk dibuat dengan label tanggal, umumnya tertera tanggal terakhir masa simpannya, namun ada juga produk yang mencantumkan tanggal produksi pada kemasan.

 

3. Komposisi

Komposisi yakni sumber bahan yang digunakan untuk menghasilkan produk tersebut. Komposisi setiap produk berbeda-beda. Bagi orang pada umumnya mungkin komposisi terlihat bukan label yang penting untuk dibaca. Namun, bagi orang-orang yang memiliki kondisi alergi pada bahan makanan tertentu, label ini akan sangat membantu memberikan informasi tentang bahan yang digunakan. Produk makanan yang sudah jadi secara kasat mata tidak mampu menggambarkan bahan yang digunakan, untuk itu komposisi ini menjelaskan lebih detail semua bahan yang digunakan pada proses pembuatannya.

 

4. Halal

Bagi kelompok tertentu label ini menjadi penting karena terkait kepercayaan yang dianut. Di Indonesia sendiri hal ini sangat umum ditemui pada produk makanan, pelanggan akan merasa lebih terjamin dengan adanya lembaga yang mengesahkan bahwa produk tersebut halal. Logo halal di Indonesia dibawah izin dari MUI (Majelis Ulama Indonesia).

5. Informasi Nilai Gizi (Nutrition Facts)

Produk makanan dalam skala produksi rumah tangga atau UKM mungkin belum banyak menyediakan label ini. Label informasi nilai gizi ini bisa kamu temui di produk makanan yang dihasilkan oleh industri besar. Label ini juga penting untuk melihat berapa kandungan gizi yang ada dalam produk tersebut, sehingga produk bisa tetap dikonsumsi oleh siapapun dengan kesadaran mengkonsumsi sesuai kebutuhan tubuh. Sayangnya biaya yang cukup besar perlu dikeluarkan untuk mengetahui informasi kandungan gizi dari setiap produk makanan ini.

Penjelasan diatas mengenai berbagai label yang ada pada produk makanan semoga bisa membantu kamu untuk membaca label-label yang ada pada produk makanan yaa.

Leave a Comment