TRAVELLING

10 Hal yang dapat Kamu Lakukan di Surabaya

Sudah pernah ke Surabaya? Sudah datang ke tempat wisata atau tempat nongkrongnya? Sudah pernah mencicipi kuliner dan oleh-oleh khas Surabaya? Nah jika pergi ke Surabaya, jangan lewatkan melakukan hal-hal ini. Banyak tempat di Surabaya yang bisa dijadikan hiburan atau sekedar mengisi waktu luang. Inilah hal-hal yang dapat kamu lakukan ketika mengunjungi Surabaya.

  1. Berfoto di Patung Sura dan Buaya

Surabaya memiliki ikon berupa ikan sura dan buaya yang menjadi lambang kota ini. Ada banyak ikon ikan Sura dan Buaya yang dapat kamu temukan di setiap sudut Surabaya. Salah satu patung Sura dan Buaya yang menjadi favorit para pengunjung yang datang ke Surabaya adalah patung di depan Kebun Binatang Surabaya. Selain patung Sura dan Buaya, di sini juga terdapat air mancur yang mendukung suasana untuk berfoto.

  1. Menikmati Restorasi Jalan Tunjungan
Gambar : ikromzzzt.xyz

Pernah dengar lagu Rek Ayo Rek? Nah di dalam lagu itu tersimpan memori asyiknya berjalan-jalan di Jalan Tunjungan. Saat ini, jalan Tunjungan telah mengalami restorasi. Pembenahan di sepanjang jalan ini membuat Jalan Tunjungan menjadi ikon di Surabaya. Menelusuri Jalan Tunjungan bisa dimulai di simpang Jalan Embong Malang hingga berakhir di Gedung Siola, saksi bisu kejayaan masa silam Surabaya. Ketika menyusuri Jalan Tunjungan, memori masa lalu Surabaya bisa kita nikmati. Ada Monumen Pers, Hotel Majapahit tempat peristiwa bersejarah perobekan bendera Belanda, hingga aneka gedung lama yang masih terawat. Tak hanya di siang hari, Jalan Tunjungan juga bisa dinikmati saat senja dan malam hari. Gemerlap lampu yang semarak akan menambah suasana mengenang memori Jalan Tunjungan.

  1.  Berpetualang di Hutan Mangrove Surabaya
Gambar : ikromzzzt.xyz

Tak hanya wisata kota, Surabaya juga punya wisata alam berupa hutan mangrove. Ekowisata ini berada di daerah Wonorejo, Surabaya Timur. Kita bisa berfoto di berbagai spot yang dihiasi oleh rimbunnya pohon mangrove sambil menikmati kesegaran Surabaya. Jika ingin mendapatkan hasil yang sempurna, ada jejeran tukang foto yang menyediakan jasanya. Bila masih belum puas, kita bisa menyewa perahu menyeberangi perairan payau menuju Selat Madura. Di sana, kita bisa melihat aneka ragam flora dan fauna yang tersebar di hutan mangrove ini. Kalau sedang beruntung, beberapa ekor elang jawa juga bisa kita temui di sini.

  1. Mengunjungi Tugu Pahlawan

Selain ikan sura dan buaya, ikon dari Kota Surabaya adalah Tugu Pahlawan. Tak lengkap rasanya kalau tak ke Surabaya tanpa mengunjungi tugu ini. Kita bisa berfoto di depan tugu dan di beberapa bekas kendaraan perang yang dipajang di sisi kiri dan kanan tugu. Di bagian bawah tugu pahlawan juga terdapat aneka diorama yang menceritakan peristiwa heroik pertempuran 10 November 1945. Terdapat pula radio yang menyiarkan gelora semangat Bung Tomo dalam membakar jiwa kepahlawanan Arek-Arek Suroboyo. Suara asli Bung Tomo dapat kita dengarkan yang akan menambah semangat dalam mengenal perjuangan para pahlawan.

  1. Menikmati Sore Eksklusif di Food Junction Grand Pakuwon
Gambar : ikromzzzt.xyz

Di Surabaya ada tempat asyik untuk dikunjungi. Food Junction Grand Pakuwon namanya. Tempat ini merupakan food court yang dikemas dengan sensasi berbeda. Jajaran tempat makan yang berada di tepi danau dengan dihiasi bianglala dan air mancur membuat siapa saja betah berlama-lama datang ke sana. Di sini kita juga bisa menikmati senja Surabaya dengan menyewa perahu bebek untuk mengelilingi danau ini. Berfoto di tepi danau dengan latar belakang bianglala juga bisa jadi alternatif. Tak hanya itu, aneka fasilitas yang memanjakan pengunjung juga tersedia di sini. Ada mobil listrik, kereta mini, hingga permainan trampolin.

  1. Berbelanja di Pasar Grosir

Salah satu magnet pengunjung datang ke Surabaya adalah berbelanja. Aneka pusat perbelanjaan, baik tradisional maupun modern tersebar di berbagai penjuru kota. Beberapa diantara telah terkenal sebagai sentra penjualan bahan pakaian dan garmen. Ada Pasar Turi, Pasar Wonokromo (DTC), hingga ITC Mega Grosir. Jangan lupa pula untuk mengunjungi Jembatan Merah Plaza jika ingin berburu kain dengan harga yang miring. Tak perlu risau untuk menuju lokasi pasar-pasar tersebut karena letaknya dekat dengan pusat kota dan dilewati oleh kendaraan umum.

  1. Uji Nyali di Museum Santet
Gambar : ikromzzzt.xyz

Jika kamu punya nyali yang cukup tinggi tak ada salahnya untuk mengunjungi tempat satu ini. Museum santet atau lebih dikenal dengan Museum Kesehatan Surabaya menyimpan aneka koleksi alat kesehatan dan berbagai metode kesehatan dari zaman lampau hingga masa sekarang. Museum yang berada di bilangan Jalan Indrapura ini hanya mematok tarif sebesar 1500 rupiah bagi pengunjung untuk melihat aneka koleksi tersebut. Ada alat bedah zaman dulu, berbagai macam sejarah penyakit, hingga berbagai bentuk pengobatan tradisional. Yang menjadi daya tarik adalah adanya boneka jelangkung yang dipercaya bisa mengobati aneka penyakit. Meski ada hal-hal yang bersifat gaib, mengunjungi museum ini juga bisa menambah wawasan seputar dunia kesehatan.

  1. Bersantai di Taman-Taman Kota Surabaya

Kota Surabaya memiliki aneka taman yang sangat menarik untuk dikunjungi. Ada Taman Bungkul, Taman Apsari, Taman Sejarah,  Taman Prestasi, dan taman-taman lainnya. Aneka taman tersebut menyediakan fasilitas cukup lengkap seperti MCK yang bersih. Fasilitas lain seperti air mancur dan aneka spot foto juga bisa kita nikmati.

  1. Menikmati Keindahan Laut Lepas di Surabaya North Quay
Gambar : ikromzzzt.xyz

Surabaya memiliki tempat wisata baru yakni Surabaya North Quay. Tempat ini merupakan dermaga berlabuhnya kapal-kapal di Pelabuhan Tanjung Perak. Dermaga ini telah dipermak sedemikian rupa sehingga cukup apik jika digunakan sebagai tempat nongkrong atau berfoto dengan latar lepas pantai Surabaya. Jika malam tiba, tempat ini akan semakin ramai karena ada pertunjukan musik dari musisi Surabaya. Di bagian dalam dermaga ini terdapat food court yang menjajakan aneka kuliner khas Surabaya.

  1. Berbelanja Oleh-oleh Khas Surabaya

Tak lengkap rasanya jika datang ke Surabaya tanpa berburu oleh-oleh. Sebagai kota terbesar di Jawa Timur, Surabaya memiliki aneka oleh-oleh khas. Aneka oleh-oleh khas Surabaya bisa dijadikan pilihan sebagai kenangan setelah mengunjungi kota ini. Ada Lapis Kukus Surabaya, Almond Crispy, hingga aneka camilan yang menggoda lidah. Jika ingin menikmati pedasnya sambal khas Surabaya, jangan khawatir. Ada sambal Bu Rudy yang sudah terkenal di seluruh Indonesia.

Tak perlu risau juga jika tak sempat membeli aneka buah tangan tersebut jika sedang mampir di Surabaya. Pusat oleh-oleh disurabaya.id menjadi pilihan membeli oleh-oleh khas kota pahlawan dengan waktu terbatas. Ada layanan gratis antar di hotel/bandara/rumah yang bisa dicoba. Dengan menghubungi layanan 1500 180 dan  WA  0811 2500 180, dapatkan aneka promo menarik paket oleh-oleh disurabaya.id. Tunggu apa lagi, nikmati kedamaian wisata religi di Surabaya dan jangan lupa beli oleh-olehnya disurabaya.id, pusatnya oleh-oleh Surabaya.

  

 

5 Wisata Religi Kota Surabaya Pendamai Hati yang Harus Dikunjungi

Jika datang ke Surabaya, tak lengkap rasanya tanpa melakukan wisata religi. Sebagai kota yang memiliki sejarah panjang, banyak wisata religi yang sayang jika dilewatkan. Tak hanya tempat wisata religi bagi umat muslim saja, tempat wisata religi bagi umat non-muslim juga ada di Surabaya. Apa saja wisata religi di Surabaya yang bisa dikunjungi? Simak ulasan berikut ini.

  1. Makam Mbah Bungkul
Gambar : Ngelayap.id

 

Salah satu tujuan utama wisata religi di Surabaya adalah Makam Mbah Bungkul. Siapakah Mbah Bungkul? Menurut beberapa sumber sejarah, beliau adalah tokoh ulama yang bisa disebut sunan. Mbah Bungkul adalah penyebar ajaran agama Islam di Surabaya. Konon, Mbah Bungkul atau Sunan Bungkul adalah seorang bangsawan yang berasal dari Kerajaan Majapahit. Setelah Islam masuk ke Majapahit, banyak bangsawan yang ikut memeluk agama Islam. Salah satunya Mbah Bungkul ini yang memiliki nama asli Ki Ageng Supo atau Mpu Supo. Selepas masuk Islam, namanya berganti menjadi Ki Ageng Mahmuddin.

Banyak masyarakat datang untuk berziarah ke makam Mbah Bungkul ini. Tak hanya dari Surabaya dan sekitarnya saja, para peziarah juga berasal dari berbagai kota di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Jika bulan Ramadhan atau liburan tiba, maka pengunjung bisa semakin banyak. Rombongan pengunjung juga memadati Makam Mbah Bungkul ketika ada event-event tertentu, semisal Malam Suro atau Haul Mbah Bungkul. Kharisma dari Mbah Bungkul menjadi daya tarik tempat wisata religi ini.

Makam Mbah Bungkul sendiri berada di sekitar Taman Bungkul yang juga menjadi obyek wisata andalan Kota Surabaya. Tak jauh dari Kebun Binatang Surabaya, pengunjung bisa mencapai tempat ini menuju Jalan Raya Darmo. Di belakang Taman Bungkul inilah, makam sang sunan berada. Jadi, jika Anda ingin menyempatkan diri untuk berziarah ke Makam Mbah Bungkul, maka Anda juga bisa sekalian bersantai sejenak di Taman Bungkul dan menikmati rindangnya pepohonan di kawasan hijau Kota Surabaya ini.

  1. Makam Sunan Ampel
Gambar : http://abiummi.com/

 

Sunan Ampel merupakan salah satu anggota Wali Songo yang bernama asli Raden Rahmat. Beliau merupakan penyebar agama Islam di pesisir Surabaya dengan daerah pesantrennya bernama Ampeldenta. Makam Sunan Ampel sendiri tak jauh dari garis pantai Surabaya, tepatnya di Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir. Makam ini juga dekat dengan kawasan Jembatan Merah yang berada di sebelah utara kawasan ini. Dari arah Pelabuhan Tanjung Perak juga tak terlalu jauh yakni hanya berada sekitar 2 km.

Kompleks Makam Sunan Ampel terdiri dari beberapa area makam. Selain makam sang sunan, ada pula makam kerabat dekatnya, para pengikut setia, hingga para santrinya. Ada makam istri pertamanya yang bernama Nyai Condrowati, salah satu putri keturunan Raja Majapahit Brawijaya V. Nah yang unik dan menjadi daya tarik wisata religi ini adalah Makam Mbah Soleh. Mbah Soleh merupakan pengikut Sunan Ampel yang setia membersihkan area pesantren. Keunikan dari cerita Mbah Soleh adalah kematiannya yang sebanyak sembilan kali. Jadi, makam Mbah Soleh ada sembilan buah yang terletak tak jauh dari makam Sunan Ampel.

Kompleks Makam Sunan Ampel juga menjadi jujugan utama wisata religi Kota Surabaya. Tak hanya berziarah, para pengunjung juga menikmati arstitektur Masjid Ampel yang cukup unik. Keunikannya adalah terdapat ukiran kuno pada tiap tiang penyangga. Ukiran ini berasal dari peninggalan zaman Majapahit yang bermakna Keesaan Tuhan. Tak hanya itu, ada sekitar 48 pintu yang masih asli, dengan diameter 1,30 meter, dan juga tinggi sekitar 2 meter. Waktu yang menjadi favorit para pengunjung mengunjungi kawasan religi Makam Sunan Ampel adalah saat malam jumat legi. Pada malam ini, ribuan peziarah akan datang untuk membaca yasin dan tahlil.

  1. Masjid Cheng-Ho
Gambar : pegipegi.com

 

Surabaya juga memiliki tempat wisata religi yang unik berupa masjid. Tak seperti masjid pada umumnya, Masjid Cheng-Ho ini memiliki keunikan dalam arsitekturnya. Keunikannya adalah bentuk bangunannnya yang mirip dengan bentuk bangunan Klenteng. Nama masjid ini diambil dari nama Laksamana Cheng Ho alias Sam Poo Kong yang merupakan penyebar agama Islam dari Tiongkok saat mengunjungi Majapahit.

Masjid yang didirikan oleh organisasi Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) ini berada tak jauh dari Gedung Balaikota Surabaya yakni berada di Jalan gading, Genteng, Surabaya. Diresmikan pada 13 Oktober 2002, Masjid ini tak hanya diperuntukkan bagi kaum muslim Tionghoa saja, namun juga bagi kaum muslim yang akan melakukan wisata religi di Kota Surabaya.

Dengan dominasi warna merah, hijau dan kuning serta ornamen nuansa Tiongkok yang kental membuat para pengunjung akan kagum dengan keindahan arsitekturnya. Pintu masjid ini berbentuk seperti pagoda. Di puncak pagoda tersebut, ada relief naga dan patung singa dari lilin dengan lafaz Allah. Tak heran, selain sebagai rumah ibadah dan tempat wisata religi, Masjid Cheng-Ho juga menjadi favorit untuk mengabadikan momen ketika berkunjung ke Surabaya.  

  1. Klenteng Hok An Kiong
Gambar : Situsbudaya.id

 

Surabaya juga memiliki bangunan suci bagi umat Kong Hu Chu, Buddha, dan Tao. Salah satunya adalah Klenteng Hok An Kiong. Klenteng yang berada di daerah Pabean Cantikan Kota Surabaya ini merupakan salah satu klenteng tertua di Surabaya. Namun, di balik kemegahan klenteng ini ternyata ada cerita unik di balik pembangunannya.

Pada mulanya, klenteng ini dibangun bukan digunakan untuk tempat peribadatan. Letaknya yang berada dekat dengan kawasan Kota Bawah Surabaya yang kala itu menjadi pintu masuk laut kota ini, membuatnya dijadikan penampungan awak kapal dari Tiongkok. Pada masa tersebut, banyak pedagang Tiongkok yang merantau ke Surabaya. Para awak yang datang itu membawa patung Ma Co Po. Kelak, bangunan persinggahan ini dijadikan klenteng.

Klenteng ini cukup ramai dikunjungi oleh umat Tri Dharma. Pada malam perayaan imlek dan hari Cap Go Meh klenteng ini juga ramai dipadati wisatawan religi yang tak hanya berasal dari Surabaya saja. Berbagai perayaan digelar untuk menghormati para dewa dan arwah para leluhur.

  1. Gereja Kelahiran Santa Perawan Maria
Gambar : Rooang.com

 

Surabaya memang gudangnya aneka tempat wisata religi. Bagi umat Katolik, destinasi wisata religi juga ada di Surabaya. Ada sebuah gereja kuno yang dapat dijadikan tujuan utama wisata religi, yakni Gereja Kelahiran Santa Perawan Maria. Beralamat di Jalan Kepanjen, Krembangan, Kota Surabaya membuat gereja ini sering dijuluki Gereja Kepanjen.

Ada beberapa keunikan dari gereja yang berdiri megah dengan balutan batu bata klasik Eropa serta pilar-pilarnya yang menjulang setinggi 12 meter ini. Salah satunya adalah gaya Neo Gotik yang berciri utama rose window (jendela berbentuk bundar) di setiap sisinya. Kaca mozaik yang melindungi gereja memiliki arti perjalanan  Kristus dan murid-Nya dalam menebar ajaran kebaikan. Tak hanya itu, atap pada bangunan ini memiliki bentuk seperti anak panah. Pemakaian ornamen kaca mozaik menjadi penyempurna bangunan bersejarah ini.

Nah, itulah lima wisata religi di Kota Surabaya. Agar perjalanan di kota ini berkesan, tak ada salahnya untuk membeli buah tangan di Surabaya. Aneka oleh-oleh khas Surabaya bisa dijadikan pilihan dalam mengenang perjalanan religi di kota ini. Ada Lapis Kukus Surabaya, Almond Crispy, hingga aneka camilan yang menggoda lidah. Jika ingin menikmati pedasnya sambal khas Surabaya, jangan khawatir. Ada sambal Bu Rudy yang sudah terkenal di seluruh Indonesia.

Tak perlu risau juga jika tak sempat membeli aneka buah tangan tersebut jika sedang mampir di Surabaya. Pusat oleh-oleh disurabaya.id kini menjadi pilihan membeli oleh-oleh khas kota pahlawan dengan waktu terbatas. Ada layanan gratis antar di hotel/bandara/rumah yang bisa dicoba. Dengan menghubungi layanan 1500 180 dan  WA  0811 2500 180, dapatkan aneka promo menarik paket oleh-oleh disurabaya.id. Tunggu apa lagi, nikmati kedamaian wisata religi di Surabaya dan jangan lupa beli oleh-olehnya disurabaya.id, pusatnya oleh-oleh Surabaya.    

 

10 Hal yang Dapat Kamu Lakukan untuk Menunggu Boarding Pesawat Terbang

Gambar : makansampaikenyang.com

 

Bepergian dengan pesawat terbang memang menyenangkan. Selain lebih cepat sampai tujuan, ada banyak pengalaman yang bisa dirasakan. Melihat awan, pemandangan dari atas, hingga bertemu dengan banyak orang baru. Tapi, tak selamanya bepergian dengan pesawat terbang menyenangkan. Adakalanya pesawat tujuan kita mengalami keterlambatan atau bahkan gagal berangkat. Akibatnya, waktu tunggu untuk boarding pesawat terbang menjadi lama. Kalau sudah begini, rasa bosan akan menyerang. Terlebih, jika waktu tunggu yang lama dan bisa berjam-jam. Pengalaman naik pesawat terbang akan terasa menjemukan.

Nah, bagaimana cara agar tak bosan menunggu boarding pesawat terbang? Ada beberapa cara yang dapat kamu lakukan. Berikut diantaranya.

  1. Memanfaatkan internet gratis

Hampir semua bandara kini dilengkapi dengan fasilitas wifi gratis. Sambil menunggu keberangkatan pesawat, kamu bisa memanfaatkan layanan ini. Mencari informasi seputar cuaca, mengecek sosial media, melihat video di Youtube, hingga mendapatkan hotel dan penginapan. Kamu juga bisa mencari oleh-oleh yang tepat dari tempat tujuan. Bahkan, beberapa bandara menyediakan komputer publik yang dapat digunakan oleh penumpang untuk memperoleh informasi. Manfaatkan fasilitas internet gratis ini dengan sebaik-baiknya.

  1. Membaca

Kegiatan yang juga dapat dilakukan  sambil menunggu boarding pesawat adalah membaca. Bawalah buku kesukaan secukupnya. Bisa berupa novel, komik, majalah, dan lain sebagainya. Waktu menunggu pun tak akan menjadi sia-sia. Jika tak membawa buku, manfaatkan internet gratis untuk mencari bahan bacaan online. Kita juga dapat membaca  dan mempelajari tentang tempat yang akan kita tuju. Baik berupa destinasi wisata, kuliner, oleh-oleh, maupun segala aktivitas yang dilakukan.

  1. Melihat Film

Jika waktu tunggu boarding cukup lama dan berjam-jam, kamu dapat menonton film untuk membunuh kejenuhan tersebut. Film yang kamu tonton akan membuat rasa bosan karena menunggu menjadi hilang. Tak akan terasa lagi waktu panjang dan tiba-tiba saja pesawat kita sudah siap berangkat. Namun, jangan sampai keasyikan melihat film membuat lupa mendengar informasi mengenai keberangkatan pesawat terbang. Meski asyik melihat film, perhatikan juga informasi yang diumumkan oleh otoritas bandara dengan seksama.

  1. Memanfaatkan kursi pijat

Beberapa bandara menyediakan fasilitas berupa kursi pijat yang dapat dimanfaatkan untuk sekedar menghilangkan kepenatan dan rasa capek akibat menunggu boarding pesawat. Dengan memanfaatkan kursi pijat ini, rasa penat akan hilang. Namun, tetap selalu ingat dengan jadwal keberangkatan pesawat. Tak hanya itu, perhatikan pula penumpang lain yang juga ingin merasakan hal yang sama. Saling pijat dengan teman atau keluarga juga bisa dilakukan agar menunggu boarding pesawat tidak menjemukan.

  1. Minum Kopi

Hampir semua bandara menyediakan kafe atau kedai kopi. Nah ngopi di kafe atau kedai kopi juga bisa dilakukan sambil menunggu boarding pesawat. Seduhan kopi hangat dapat membuat semangat yang hilang menjadi segar kembali. Racikan kopi yang pas juga bisa menambah antusias dalam perjalanan. Meski begitu, perhatikan juga waktu saji kopi yang dihidangkan. Jangan sampai terlalu lama yang akan membuatmu tak cukup waktu untuk melakukan persiapan sebelum  boarding pesawat.

  1. Jalan-Jalan dan Cuci Mata

Daripada bosan menunggu boarding pesawat, tak ada salahnya berjalan-jalan di sekitar bandara. Banyak bandara yang memiliki arstitektur khas. Kamu bisa menikmati suasana bandara sambil meregangkan kaki dan tangan setelah lama duduk di kursi ruang tunggu. Berfoto di sekitar bandara juga bisa dilakukan sambil mengabadikan momen perjalanan. Tak hanya itu, dengan berjalan-jalan maka pemandangan yang semula membosankan bisa menggairahkan karena bisa sekaligus cuci mata.

  1. Makan

Jika saat menunggu boarding pesawat telah masuk waktu makan, maka lebih baik segerakan makan. Mencicipi hidangan di sekitar bandara juga bisa dilakukan. Menjaga waktu makan sangat penting. Terlambat makan bisa menyebabkan penurunan kondisi tubuh sehingga perjalanan mengganggu. Meski di pesawat terbang nanti kemungkinan juga akan mendapat makanan, tak ada salahnya mengisi perut terlebih dahulu. Tak perlu banyak, asal cukup kenyang sudah baik untuk cadangan tenaga di penerbangan.

  1. Melakukan Perawatan di Salon

Bagi wanita, menunggu boarding pesawat juga bisa dilakukan untuk kegiatan perwatan di salon. Perawtan rambut ringan seperti creambath atau potong rambut. Tak hanya wanita saja, para pria juga bisa melakukan pijat refleksi di salon yang terdapat di pojok-pojok bandara. Dengan pijat refleksi, rasa rileks perjalanan dengan pesawat terbang jadi bisa kembali didapatkan.

  1. Mengobrol

Untuk membunuh rasa bosan dalam menunggu boarding peswat, mengobrol dengan teman atau keluarga juga dapat dilakukan. Bercerita mengenai hal-hal yang akan dilakukan atau mengenang masa lalu menjadi senjata ampuh membunuh rasa bosan saat menunggu boarding pesawat. Tak hanya dengan teman atau keluarga, kamu juga mengobrol dengan orang baru. Bahkan, dengan orang asing. Kamu bisa mengenal orang-orang baru yang mungkin dapat dijadikan teman seperjalanan nanti. Interaksi yang sudah kita alami di bandara akan menjadi kenangan tak terlupakan.

  1. Belanja

Kegiatan yang tak kalah menyenangkan untuk menunggu boarding pesawat adalah belanja. Ada aneka barang yang kita beli, termasuk oleh-oleh bagi orang terdekat kita. Oleh-oleh yang akan kita bawa juga bisa dibeli di sekitar bandara. Aneka souvenir, pakaian, hingga camilan khas sebuah kota seperti Surabaya. Aneka oleh-oleh khas Surabaya bisa dijadikan pilihan dalam mengenang perjalanan religi di kota ini. Ada Lapis Kukus Surabaya, Almond Crispy, hingga aneka camilan yang menggoda lidah. Jika ingin menikmati pedasnya sambal khas Surabaya, jangan khawatir. Ada sambal Bu Rudy yang sudah terkenal di seluruh Indonesia.

Tak perlu risau juga jika tak sempat membeli aneka buah tangan tersebut jika sedang mampir di Surabaya dan tak menemukannya di bandara. Pusat oleh-oleh disurabaya.id menjadi pilihan membeli oleh-oleh khas kota pahlawan dengan waktu terbatas. Ada layanan gratis antar di hotel/bandara/rumah yang bisa dicoba. Dengan menghubungi layanan 1500 180 dan  WA  0811 2500 180, dapatkan aneka promo menarik paket oleh-oleh disurabaya.id. Tunggu apa lagi, jangan lupa beli oleh-olehnya disurabaya.id, pusatnya oleh-oleh Surabaya.

 

Tempat Nongkrong 24 Jam di Surabaya

Sering mengunjungi Surabaya? Sudah pernah ke tempat-tempat asyik di kota ini? Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia dan menjadi kota meteropolitan terbesar di Jawa Timur, Surabaya seakan tidak pernah tidur. Aktivitas warganya yang dinamis membuat Surabaya memiliki banyak tempat nongkrong yang asyik. Tak hanya sekedar tempat nongkrong, di tempat-tempat ini kita juga bisa menikmati kuliner Kota Surabaya dan gemerlapnya malam kota ini. Apa saja tempat nongkrong di Surabaya yang asyik? Berikut beberapa diantaranya.

  1. Taman Bungkul

Gambar : panduanwisata.id

Belum ke Surabaya kalau belum ke Taman Bungkul. Taman yang menjadi primadona Kota Surabaya ini menjadi tujuan utama anak-anak muda untuk nongkrong dan menikmati segarnya udara Surabaya. Taman yang menjadi salah satu taman terbaik dunia versi PBB ini memiliki kekhasan berupa air mancur yang menari dengan kilatan lampu di malam hari. tak perlu risau jika ingin berselancar di dunia maya secara gratis karena ada fasilitas wifi gratis di taman ini.

Pengunjung bisa duduk-duduk di bangku taman yang disediakan. Tempat sampah yang tersebar merata juga menambah kebersihan taman ini. Sentra PKL yang menjajakan aneka kuliner dan oleh-oleh khas Surabaya juga ada di sini. Di belakang taman ini juga terdapat Makam Mbah Bungkul yang menjadi wisata religi. Taman Bungkul dapat menjadi tempat nongkrong yang asyik selama 24 jam di Kota Surabaya.

  1. Jembatan Suroboyo

 

Gambar : Wikipedia

Surabaya juga memiliki spot unik untuk nongkrong 24 jam. Jembatan Suroboyo namanya. Jembatan yang menghubungkan kawasan pesisir Surabaya di Pantai Kenjeran ini kini menjadi salah satu favorit tempat nongkrong 24 jam di Surabaya. Jembatan yang memiliki panjang 800 meter ini memiliki keunikan berupa desain yang melingkar dengan air mancur di tengahnya. Air mancur inilah yang menjadi spot favorit untuk berfoto.

Banyak wisatawan yang memanfaatkan jembatan ini untuk menikmati senja dan keindahan malam Kota Surabaya. Dengan duduk-duduk dan ditemani camilan khas Surabaya, jembatan ini bisa dipilih untuk kegiatan nongkrong 24 jam di Surabaya.

  1. Liberia Eatery

Gambar : tempatnongkrong.blogspot.id

Nah jika ingin nongkrong dengan suasana kekinian 24 jam, maka Liberia Eatery bisa jadi pilihan. Cafe yang berada di bilangan Jalan Ngagel 87-89 Surabaya ini menyuguhkan suasana berbeda berupa nuansa perpustakaan yang unik. Dari namanya saja sudah tampak bahwa konsep tempat nongkrong 24 jam ini bertema buku bacaan perpustakaan. Meski begitu, tata ruang di dalam kafe ini tidaklah kaku seperti perpustakaan pada umumnya yang datar dan membosankan. Di sini, aneka perabot ditata sedemikian rupa sehingga terkesan elegan dan sedap dipandang mata. Jajaran buku di rak-rak dapat dipinjam dan dibaca di tempat itu. Bagaimana dengan makanannya?

Liberia Eatery menyuguhkan aneka makanan berat dan minuman kekinian. Salah satu menu andalannya adalah Salmon Donut. Perpaduan dari daging salmon yang dibalut dengan irisan donat menjadi menu wajib jika datang ke kafe ini. Tak hanya itu, bagi penikmat pasta, ada menu Aglio Olio yang cukup sayang jika dilewatkan. Menu minuman favorit kafe ini sendiri adalah latte dan cappucino yang bisa menjadi teman untuk bercengkrama dengan rekan-rekan. Ada juga menu spesial Iced Aloe Lavender dengan kesegaran rasa lidah buayanya. Akses wifi gratis di kafe ini membuat siapa saya yang ingin nongkrong lama-lama akan merasa betah. Jika datang membawa rombongan yang banyak, tak perlu khawatir. Tersedia bangku dan meja panjang yang bisa menampung pengunjung dalam jumlah banyak.

  1.  Warkop Adi

Gambar : Ngopisurabaya.com

Nah, bagi kaum mahasiswa, nongkrong berlama-lama dengan harga miring adalah pilihan utama. Apalagi, jika nongkrong dilakukan hingga larut malam. Maka, kafe atau kedai kopi yang buka selama 24 jam menjadi pilihan untuk nongkrong. Salah satu jujugan para mahasiswa Surabaya untuk nongkrong adalah Warkop Adi.

Warkop yang berada di kawasan Jalan Gebang Lor No. 50, Gebang Putih, Sukolilo ini selalu dipenuhi pengunjung yang rata-rata mahasiswa. Letaknya memang dekat dengan kompleks kampus seperti ITS, PENS, dan lain sebagainya. Aneka minuman penambah semangat seperti kopi tubruk, kopi susu, latte, cappucino, hingga minuman kemasan tersedia di warung ini.

Yang menjadi keunikan warkop ini adalah pergantian tata ruangan setiap beberapa bulan sekali. Pergantian ini dilakukan agar pengunjung setia warkop Adi tidak jenuh dengan suasana warung tempat mereka nongkrong selama 24 jam yang itu-itu saja. Selain harga yang murah dan desain warung yang berganti secara berkala, fasilitas wifi gratis yang kencang menjadikan warkop ini selalu ramai menjadi tempat nongkrong 24 jam di Surabaya.

  1. Warung kopi Sahabat Java

Warung kopi lain yang bisa menjadi tempat nongkrong 24 jam di Surabaya adalah Warkop Sahabat Java. Berada di daerah Banyu Urip, Sawahan, Kota Surabaya, warung ini tampak ramai selama 24 jam penuh. Banyak fasilitas disediakan pemilik warkop ini seperti kursi yang lebar, wifi gratis, hingga ruangan full music. Sangat cocok dijadikan tempat nongkrong dengan teman atau rekan. Tak hanya itu, dengan mengusung tema klasik pada interiornya, membuat siapa saja yang datang ke warkop ini akan betah.

  1. Warung Kopi Arum Dalu

Nah bagi para penikmat bola yang senang begadang dan nongkrong 24 jam di Surabaya, warkop Arum Dalu bisa menjadi jujugan. Di warkop ini tersedia TV superbesar yang khusus disediakan untuk para pelanggan yang ingin menonton siaran bola tengah malam. Laga Piala Dunia, Liga Champions Eropa, hingga Euro menjadi magnet warkop ini.

Letaknya yang tak jauh dari kawasan kampus Universitas Airlangga Surabaya membuat warkop ini sering ramai dikunjungi para mahasiswa yang tidak memiliki TV di kos-kosannya. Sambil menikmati kopi dan camilan, nongkrong di warkop yang buka selama 24 jam ini menjadi hal yang menyenangkan. Fasilitas wifi gratis yang disediakan juga semakin membuat betah para pengunjungnya.

Itulah enam tempat nongkrong yang buka selama 24 jam di Surabaya. Tak lengkap rasanya nongkrong berlama-lama tanpa ditemani aneka camilan dan oleh-oleh khas Surabaya. Aneka oleh-oleh khas Surabaya bisa dijadikan pilihan sebagai teman nongkrong di Kota Surabaya. Ada Lapis Kukus Surabaya, Almond Crispy, hingga aneka camilan yang menggoda lidah. Jika ingin menikmati pedasnya sambal khas Surabaya, jangan khawatir. Ada sambal Bu Rudy yang sudah terkenal di seluruh Indonesia.

Tak perlu risau juga jika tak sempat membeli aneka buah tangan tersebut jika sedang mampir di Surabaya. Pusat oleh-oleh disurabaya.id menjadi pilihan membeli oleh-oleh khas kota pahlawan dengan waktu terbatas. Ada layanan gratis antar di hotel/bandara/rumah yang bisa dicoba. Dengan menghubungi layanan 1500 180 dan  WA  0811 2500 180, dapatkan aneka promo menarik paket oleh-oleh di disurabaya.id. Tunggu apa lagi, nikmati kedamaian wisata religi di Surabaya dan jangan lupa beli oleh-olehnya disurabaya.id, pusatnya oleh-oleh Surabaya.

 

 

Cara Membaca Label pada Produk Makanan

Kita semua pasti pernah melihat label pada suatu produk. Label adalah keterangan yang terdapat di luar kemasan suatu produk. Label dapat berbentuk gambar, tulisan, atau kombinasi keduanya yang masing-masing memiliki makna tersendiri. Label berisi informasi yang mendukung keunggulan produk. Nah, bagi kamu yang masih bingung cara membaca label pada produk, terutama produk makanan, yuk simak penjelasan dibawah ini.

1. Nomor Sertifikat Produksi Pangan

Hal ini mungkin tidak terdengar umum ditelinga kita, tapi sebenernya ini hal terpenting yang harus kita cek saat membeli produk makanan. Nomor sertifikat produksi makanan terbagi empat: PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga), MD (Makanan Dalam Negeri), ML (Makanan Luar Negeri), dan SP (Sertifikat Penyuluhan). Produk yang memiliki salah satu tanda ini artinya telah diakui dan mendapatkan izin edar dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan.

 

2. Masa simpan (Expired date)

Setiap makanan memiliki masa simpan yang berbeda. Perbedaan masa simpan ini bisa disebabkan oleh bahan dasar yang digunakan, maupun proses pengolahan yang dilakukan. Masa simpan produk juga dipengerahi faktor luar lainnya, seperti suhu, lingkungan penyimpanan, tekanan, dan lainnya.

Sebagai pelanggan tentu tidak semua produk kita tahu dengan jelas proses pengolahannya, untuk itu penting bagi Anda selaku kostumer untuk melihat masa simpan produk makanan tersebut. Masa simpan pada produk dibuat dengan label tanggal, umumnya tertera tanggal terakhir masa simpannya, namun ada juga produk yang mencantumkan tanggal produksi pada kemasan.

 

3. Komposisi

Komposisi yakni sumber bahan yang digunakan untuk menghasilkan produk tersebut. Komposisi setiap produk berbeda-beda. Bagi orang pada umumnya mungkin komposisi terlihat bukan label yang penting untuk dibaca. Namun, bagi orang-orang yang memiliki kondisi alergi pada bahan makanan tertentu, label ini akan sangat membantu memberikan informasi tentang bahan yang digunakan. Produk makanan yang sudah jadi secara kasat mata tidak mampu menggambarkan bahan yang digunakan, untuk itu komposisi ini menjelaskan lebih detail semua bahan yang digunakan pada proses pembuatannya.

 

4. Halal

Bagi kelompok tertentu label ini menjadi penting karena terkait kepercayaan yang dianut. Di Indonesia sendiri hal ini sangat umum ditemui pada produk makanan, pelanggan akan merasa lebih terjamin dengan adanya lembaga yang mengesahkan bahwa produk tersebut halal. Logo halal di Indonesia dibawah izin dari MUI (Majelis Ulama Indonesia).

5. Informasi Nilai Gizi (Nutrition Facts)

Produk makanan dalam skala produksi rumah tangga atau UKM mungkin belum banyak menyediakan label ini. Label informasi nilai gizi ini bisa kamu temui di produk makanan yang dihasilkan oleh industri besar. Label ini juga penting untuk melihat berapa kandungan gizi yang ada dalam produk tersebut, sehingga produk bisa tetap dikonsumsi oleh siapapun dengan kesadaran mengkonsumsi sesuai kebutuhan tubuh. Sayangnya biaya yang cukup besar perlu dikeluarkan untuk mengetahui informasi kandungan gizi dari setiap produk makanan ini.

Penjelasan diatas mengenai berbagai label yang ada pada produk makanan semoga bisa membantu kamu untuk membaca label-label yang ada pada produk makanan yaa.

Kenapa Bisa disebut Khas?

Pernah ga kalian menemukan oleh-oleh yang menurut kalian ga sesuai karakteristik daerah tersebut? Tidak jarang kita melihat produk olahan yang dibuat dengan bahan baku umum tapi disebut khas. Nah, kenapa bisa disebut khas sih? Apa yang membuat suatu produk dikatakan khas dari daerah tersebut.
Seringkali kita mengasosiakan oleh-oleh berdasarkan bahan bakunya, padahal lebih dari itu, ada beberapa hal yang menjadikan suatu produk disebut khas suatu daerah. Bahan baku merupakan salah satu unsur, namun proses pengolahan dan lingkungan daerah tersebut juga bisa menjadi dasar kenapa suatu produk disebut khas. Berikut beberapa alasan yang menjadikan suatu produk disebut khas.

1. Bahan baku
Bahan baku merupakan bahan dasar atau bahan utama yang digunakan untuk membuat suatu produk. Suatu bahan baku tidak selalu tersedia disemua daerah. Hal ini yang menjadikan suatu bahan baku spesial di daerah tertentu. Contoh sederhananya dapat dilihat bahwa bahan baku yang tersedia didaerah pesisir akan berbeda dengan daerah pegunungan. Bahan baku sering kali terdiri dari sumber daya alam yang banyak terdapat di daerah tersebut.

Bahan baku suatu daerah menjadi khas karena ketersediaan yang banyak, akhirnya dibuat berbagai olahan dengan bahan dasar terbut. Hal ini yang kemudian menjadikan produk tersebut khas. Saat ini berbagai produk dikatakan khas walaupun bahan baku bukan merupakan bahan dasar utama. Jadi jangan heran ya kalo ada produk yang dikatakan khas, walaupun produk tersebut hanya menggunakan bahan baku khasnya sebagai campuran bukan bahan utamanya.

2. Proses Pengolahan
Proses pengolahan adalah proses yang dilakukan untuk membuat bahan dasar menjadi suatu produk. Proses pengolahan ini tentu berbeda-beda setiap produknya. Proses pengolahan memiliki sejarah panjang, saat ini mungkin yang diketahui secara umum hanya proses sederhana seperti, kukus, rebus, goreng, panggang dan lainnya. Tapi lebih dari itu, proses pengolahan sebenarnya sangat kompleks. Proses artinya setiap tahapan, maka proses pengolahan terhitung sejak awal bahan baku diberikan perlakuan untuk mendukung terbentuknya produk.

Proses pengolahan yang komplek ini menjadikan banyak cela yang membuat suatu produk dikatakan khas daerah tertentu. Contoh produk yang dikatakan khas karena proses pengolahannya adalah rending. Bahan baku rending bukan khas daerah Minang, daging tentu dapat ditemukan dibanyak daerah. Namun proses pengolahan yang disebut rendang ini yang khas. Proses pengolahan yang memakan waktu lama serta tahapan yang kompleks ini menjadi ciri khas nya.

3. Resep turun temurun
Resep merupakan hal terpenting dalam membuat suatu produk. Resep menjadikan standar produk memiliki kualitas dan rasa yang terjamin sama. Perkembangan jaman saat ini menjadikan banyak resep menyesuaikan dengan lidah modern. Namun tentunya resep yang turun temurun memiliki daya tarik tersendiri. Resep yang disimpan turun temurun ini menjadikan suatu produk khas karena kualitas yang terjamin. Resep turun temurun saat ini menjadi khas karena orang-orang kembali diajak bernostalgia dengan rasa terdahulu. Resep juga merupakan gabungan bahan baku dan proses, jadi resep turun temurun dianggap punya karakteristik yang dijaga sehingga mampu menjadikan suatu produk khas daerah tersebut.

4. Brand
Brand adalah nama atau cap yang dijadikan label suatu produk. Mungkin produk tersebut tidak menggunakan bahan baku khas atau punya proses yang karakteristiknya khusus. Namun brand bisa menjadikan produk disebut khas karena menggunakan unsur bahasa daerah. Saat in ada banyak produk yang disebut khas karena penggunaan brand yang menggambarkan karakteristik daerah tersebut.

5. Daerah tersebut menjadi awal mula perkembangan produk
Poin ini menjadi gabungan antara resep turun temurun dan brand. Mungkin kamu pernah menemui suatu produk yang secara umum dikenal dibanyak tempat, namun produk itu menjadi khas suatu daerah. Nah bisa jadi penyebabnya adalah daerah tersebut menjadi awal mula perkembangan produk. Produk-produk seperti ini menjadikan brand dan resep turun temurunnya sebagai daya tarik, dan alasan disebut khas.

Kenapa Standar Enak Setiap Orang Berbeda?

Hampir semua orang pernah ada diposisi berbeda pendapat soal rasa. Mungkin kamu pernah mengalami saat makan enak tapi menurut orang lain biasa aja, atau bahkan cenderung ga enak. Sebaliknya juga, kalian pasti pernah merasa makan sesuatu yang terasa biasa aja tapi menurut orang lain enak. Kenapa sih persepsi enak setiap orang bisa berbeda?
Persepsi sendiri adalah interpretasi yang dihasilkan dari proses inderawi pada masa lampau, pengalaman yang dirasakan seseorang membentuk suatu persepsi. Saat bayi berusia diatas 6 bulan, dan sudah selesai masa ASI eksklusif, maka proses selanjutnya yakni pengenalan makanan. Pengenalan makanan pada bayi harus dilakukan dengan memperkenalkan rasa asli bahan makanan tersebut. Hal ini akan membuat otak menyimpan rasa dasar, sehingga nantinya tidak lebih mudah mengkonsumsi semua jenis makanan, dan bukan tipe yang picky eating. Pada masa pengenalan makanan ini, hindari penggunaan perasa seperti gula, garam dan bumbu untuk anak. Sebaiknya anak dikenalkan dengan perasa saat diatas usia satu tahun.
Proses awal persepsi diawali dengan pengenalan inderawi, itu kenapa proses pengenalan makan pada usia bayi sangat berpengaruh. Bayi yang mengenal semua rasa dasar, tidak memiliki pembanding rasa, sedangkan bayi yang telah mengkonsumsi perasa cenderung membandingkan rasa dasar, itu sebabnya bayi atau balita cenderung menjadi sulit dan memilih makanan. Proses perkenalan ini juga tidak semata dari inderawi, tapi lingkungan sangat berpengaruh. Pada daerah yang cenderung suka makanan manis, tentunya akan lebih banyak mengenalkan anak dengan makanan manis, itu sebabnya anak tidak terbiasa dengan rasa pedas, begitu pun sebaliknya.
Proses setelah pengenalan rasa yakni selektif atau memilih. Proses memilih ini juga banyak dipengaruhi lingkungan. Sifat dasar anak-anak adalah mencontoh, itu sebabnya ketika lingkungan menganggap suatu rasa itu aneh, hal itu yang akan mulai tertanam pada anak. Kebiasaan makan juga sangat berpengaruh. Setiap daerah memiliki masakan khas yang menyesuaikan dengan sumber daya daerah tersebut. Misalnya masakan Asia yang cenderung berbumbu, sedangkan Eropa tidak begitu kental dengan bumbu.
Proses pengenalan dan selektif ini pada akhirnya membentuk suatu kesimpulan yang menjadikan perspektif seseorang. Jadi tidak perlu heran lagi ya kalo ada orang yang berbeda pendapat dengan kita tentang rasa, karena persepsi seseorang tentang rasa juga melalui proses panjang untuk sampai dikesimpulan tersebut. Oleh-oleh kuliner dari setiap daerah sangat menggambarkan daerah tersebut, nah kalo kamu berniat lebih mengenal rasa khas Surabaya, kamu bisa cek disurabaya.id untuk review berbagai produk.

Mana yang Lebih Pas Sebagai Camilan, Keripik atau Kerupuk?

Siapa yang tak kenal dengan camilan? Makanan kecil siap santap ini semakin banyak menarik minat masyarakat. Berbagai jenis camilan dimodifikasi sehingga terlihat dan terasa lebih menarik.
Rasa camilan juga dibuat semakin bervariasi sehingga pilihan konsumen semakin beragam. Camilan menurut Kamus Bahasa Indonesia yakni dari kata dasar ‘camil’, yang berarti makan kecil; Makanan yang dimakan diantara dua waktu makan. Artinya camilan ini memang bukan ditujukan untuk makan sebagai pemenuh kebutuhan utama, namun hanya selingan atau kudapan.

                                   
Kerupuk dan keripik mungkin hanya berbeda huruf vocal, namun ada hal mendasar secara bahan yang membedakan kedua produk ini. Kerupuk adalah camilan yang dibuat dari adonan tepung kemudian dicampurkan bahan tertentu (bisa berupa ikan, udang, kacang, bawang, dll). Keripik sendiri merupakan camilan yang dibuat dengan cara memotong tipis bahan lalu digoreng.
Pembuatan keripik tanpa menggunakan tepung dan pemotongannya sengaja tipis agar terasa lebih renyah. Saat ini produk keripik semakin beragam, tak hanya singkong dan kentang, namun berbagai jenis buah, sayur, jamur, ikan, tempe dan berbagai bahan dasar lainnya.
Perbedaan mendasar dari kedua produk ini yang menjadi alasan mana yang lebih pas sebagai camilan. Bahan dasar kerupuk yang mengandung tepung menjadikan kandungan kerupuk secara umum lebih berat dibandingkan dengan keripik. Tepung terbuat dari bahan dasar serealia dan umbi-umbian, bahan-bahan ini menjadi bahan makanan pokok, sehingga lebih mengenyangkan. Bahan dasar keripik selain bahan utamanya hanya ditambahkan bumbu sebagai penyedap. Bentuknya keripik yang tipis dan kerenyahannya juga mendukung keripik untuk terasa lebih ringan.
Di Indonesia kerupuk lebih sering dikonsumsi bersamaan dengan makanan berat. Berbeda dengan keripik yang lebih biasa dikonsumsi sebagai camilan tanpa gabungan makanan berat.
Hal ini akhirnya menjadi kebiasaan sehingga keripik lebih pas dijadikan camilan dibandingkan kerupuk. Kekurangan kerupuk lainnya dibanding keripik yakni kerenyahannya yang perlu dijaga. Penyimpanan yang kurang tepat bisa langsung mempengaruhi kerenyahan kerupuk. Proses pengolahan keripik sendiri memang mengutamakan keunggulan dari kerenyahan produk.
Nah itu beberapa alasan kenapa Keripik lebih pas sebagai camilan, tapi ga ada salahnya juga kalo kamu tetep mau nyemil kerupuk ya.

Cara Memilih Makanan sebagai Oleh-oleh yang Tepat

Kemajuan jaman saat ini mendukung banyak perkembangan, salah satu yang terasa mendukung adalah kemajuan transportasi. Pilihan transportasi yang semakin beragam memudahkan kita untuk melakukan perjalanan singkat, berbagai destinasi terasa semakin mudah dituju. Kemudahan dalam melakukan perjalanan lintas kota ini tentu punya banyak dampak, salah satu hal yang menjadi lumrah saat ini yakni oleh-oleh.

Oleh-oleh menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti; Sesuatu yang dibawa dari bepergian; Buah Tangan. Awal mula tradisi oleh-oleh ini masih tidak jelas sampai saat ini. Kemungkinan besar hal ini dikarenakan wilayah Indonesia yang luas, sehingga sejak dulu bepergian keluar kota menjadi hal yang spesial. Selain itu, kekayaan budaya Indonesia juga mendukung tradisi ini. Setiap wilayah di Indonesia memiliki karakteristik tertentu, sehingga hal ini menjadikan setiap daerah memiliki ikon tertentu.

Oleh-oleh ditujukan untuk berbagi kenangan dari tempat yang didatangi kepada orang yang tidak ikut ke tempat tersebut. Oleh-oleh bisa beragam bentuknya, namun secara umum hampir setiap daerah memiliki produk cendera mata/souvenir dan kuliner khas. Oleh-oleh saat ini sudah bertransformasi menjadi beragam hal menarik, setiap daerah berlomba membuat ikon kotanya terkenal, tak ketinggalan juga inovasi dibidang kuliner yang meramaikan dunia buah tangan ini.

Musim libur sekolah yang bertepatan dengan lebaran tentunya menjadi momen yang tepat untuk berlibur dan melakukan perjalanan keluar daerah. Lumrah terjadi di masyarakat ketika kembali dari liburan kemudian saling berbagi oleh-oleh. Pemilihan oleh-oleh harus juga meninjau situasi dan kondisi. Saat ini lebih banyak yang memilih kuliner sebagai oleh-oleh, namun banyak yang kurang tepat dalam menyikapi pemilihan oleh-oleh ini. Berikut beberapa hal yang perlu kamu perhatikan dalam memilih oleh-oleh.

1. Sesuaikan dengan selera

Setiap daerah memiliki ciri khas rasa yang unik, ada yang pedas, asam, manis, atau gurih. Pemilihan oleh-oleh sebisa mungkin disesuaikan dengan tujuan kemana oleh-oleh ini kamu bawa. Misal kamu bawa oleh-oleh dari Sulawesi untuk keluarga di Jogja, secara karakteristik kedua daerah ini cukup berbeda. Sulawesi yang cenderung pedas dan Jogja yang manis, jadi jangan salah pilih oleh-oleh dengan rasa pedas yaa. Hal ini bisa disiasati dengan memilih rasa original atau rasa yang cenderung aman dan tidak beda signifikan secara rasa.

2. Pilih oleh-oleh yang benar-benar khas

Inovasi dibidang kuliner sudah banyak menjamur saat ini, hal ini cenderung membuat pola yang sama. Pastikan pilihan oleh-oleh yang akan kamu bawa benar-benar khas daerah tersebut. Khas bisa dalam bentuk pengolahannya yang unik atau bahan baku dasarnya yang hanya ada didaerah tersebut. Semakin khas oleh-oleh yang kamu pilih, tentu akan semakin spesial untuk orang yang tersebut. Walaupun khas tapi sesuaikan juga dengan lidah orang-orang yang akan kamu berikan oleh-oleh ya.

3. Cek masa kadaluarsa produk

Hal paling riskan dalam memilih kuliner sebagai oleh-oleh yakni masa kadaluarsa. Pastikan terlebih dahulu masa kadaluarsanya sebelum kamu membeli produk oleh-oleh. Banyak yang tidak teliti dengan hal ini, sehingga oleh-oleh yang dibawa sudah kadaluarsa saat sampai dikota tujuan. Hal ini bisa kamu siasati dengan membeli produk mendekati waktu kamu berangkat, jadi waktunya bisa lebih panjang.

4. Liat cara penyimpanan dan estimasi waktu perjalanan

Cara penyimpanan menjadi hal sensitif dalam hal kuliner. Beberapa produk makanan harus disimpan dalam suhu dan jangka waktu tertentu tertentu, hal ini perlu diperhatikan karena setiap perjalanan memiliki kondisi dan lama perjalanan berbeda. Pastikan kamu tahu produk yang kamu beli, sehingga ada bayangan bagaimana cara penyimpanan.

5. Informasi pengolahan produk

Ada banyak jenis bahan mentah yang menjadi khas setiap daerah, terkadang ini menjadi oleh-oleh yang menarik, namun sayang bila penerima oleh-oleh tidak paham cara mengolah produk yang kamu bawakan. Untuk mensiasati hal ini, kamu pastikan dulu kamu tahu tentang produk tersebut. Kamu juga bisa bertanya ke took tempat kamu membeli tentang cara mengolah produk tersebut, sehingga karakteristik khas yang ingin ditonjolkan oleh-oleh tersebut tetap terasa.

 

Semoga info diatas bisa membantu kamu memilih oleh-oleh kuliner dengan tepat ya. Pastikan juga kamu datang ke Toko oleh-oleh yang menyediakan berbagai jenis oleh-oleh khas daerah tersebut. Bagi kamu yang berniat mencari oleh-oleh khas Surabaya, kamu bisa cek lebih detail ke website disurabaya.id